Bingung Memilih Web-Framework 😖

Kategori: javascript, php, nextjs, react, sveltekit, angular | Dipublikasikan pada: 2025-10-6
Penulis: Yaser Antariksa

Ada banyak framework dengan berbagai bahasa pemrograman yang dapat dipilih untuk membuat aplikasi dan/atau website. Ada Nextjs, Angular, Expressjs, Svelte dan lainnya yang menggunakan bahasa pemrogramman javascript/typescript.

Ada juga Django dan Flask yang menggunakan bahasa pemrogramman python. Ada Codeigniter, Laravel, dan Symphony yang menggunakan bahasa pemrograman PHP.

Dan ada ASP dotnet dengan bahasa pemrograman C# serta Gin dengan bahasa pemrograman Go. Itu semua baru sebagian dari framework populer dari berbagai bahasa pemrograman yang sekarang banyak digunakan.

Terus mana yang harus kita gunakan?

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih web framework diantaranya:

  1. Bahasa pemrograman yang dikuasai
  2. Aplikasi dan web apa yang akan dibuat
  3. Fitur aplikasi/ web yang harus ada
  4. Dukungan komunitas dan library yang dibutuhkan
  5. Perkiraan jumlah pengguna, traffic, dan beban komputasi dari aplikasi yang akan dibuat
  6. Budget dana yang tersedia untuk membuat aplikasi
  7. Infrastruktur, layanan, server, keamanan yang dibutuhkan untuk aplikasi nya berjalan.
  8. Legacy source code, fitur, dan infrastruktur sebelumnya apabila mengelola dan mengembangkan code yang sudah ada

Case sederhana dan murah untuk membuat website

Sekedar contoh sederhana apabila mau membuat website portofolio, landingpage, atau blog dengan budget hanya biaya domain name atau bahkan bisa gratis tanpa custom domain name.

Untuk case diatas tentu kita perlu optimasi SEO. Dan menurut saya framework javascript seperti Nextjs, Vuejs, Sveltekit dapat menjadi opsi bijak. Atau bisa juga menggunakan astro (bahasa pemrograman: javascript), hugo (bahasa pemrograman: go), atau jekyll.

Untuk hosting gratis bisa pakai vercel, netlify, atau github pages. Tentunya ini bisa gratis apabila bisa ngoding sendiri dan tanpa custom domain name.

Dengan spek diatas, performa website nya bisa oke banget. Untuk performa memungkinkan jauh di atas website yang menggunakan wordpress atau cms populer yang ada.

Biaya yang mungkin muncul adalah bisya jasa pembuatan website apabila tidak ngoding sendiri dan biaya beli domain name kalo mau pakai custom domain name.

Disini saya tidak akan membahas teknisnya. Tentunya semakin banyak fitur semakin besar juga budget yang dibutuhkan.

Website ini pakai apa

Untuk website yang pakai ini hosting nya pakai vercel tanpa custom domain name. Sedangkan framework nya update tanggal 06-10-2025 saya menggunakan Sveltekit. Sebelumnya saya pakay jekyll, hugo, dan tepat sebelum ini mengunakan Nextjs. Semuanya oke kok.

Web ini ganti-ganti framework bukan karena issue performa, tetapi untuk experimen dan menambah wawasan. Untuk performa rata-rata oke, tes pakai pagespeed dan lighthouse semua menyentuh angka 96 sampai dengan 100.

Sedikit catatan, menggunakan sveltekit ukuran file nya paling kecil. So far memuaskan. Salam sukses semuanya 😎.